Bangka BelitungBeritaOpini

“Melawan Pencemaran Lingkungan: Mahasiswa Hukum Lakukan Aksi Bersih Pantai Jembatan Emas.”

Keindahan alam merupakan ciptaan tuhan yang seharusnya disyukuri keberadaannya dan harus dijaga keindahannya. Namun, banyak sekali orang-orang yang tidak bertanggungjawab membuang sampah tidak pada tempat yang seharusnya. Sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan yang merusak keindahan alam yang seharusnya kita jaga, seperti yang terjadi pada Pantai Jembatas Emas.

Putih pasirnya pantai ini telah tertutupi dengan banyaknya sampah-sampah makanan, sampah rumah tangga, sampah popok bayi, dan plastik-plastik sampah lainnya. Pada 18 Februari 2026 sekitar pukul 10.00 pagi saya dan teman-teman kelompok Hukum Lingkungan yang dipandu Dosen Dr. Jeanne Darc Noviayanti Manik, S.H., M.Hum datang ke pantai tersebut bukanlah untuk rekreasi maupun bermain-bermain, namun kami melakukan bersih-bersih pada pantai tersebut. Namun kami bersih-bersih bukan semata-mata untuk menjalankan  tugas Mata Kuliah Hukum Lingkungan tapi juga karena kepedulian dan keprihatinan melihat pantai yang seharusnya bisa menjadi tempat wisata yang nyaman malah menjadi tempat pembuangan sampah warga-warga sekitar.

Hal ini bisa terjadi karena tidak adanya tempat untuk membuang semua sampah-sampah warga dan membuang sampah ke pantai merupakan perbuatan yang salah. Keindahan pantai yang seharusnya menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung berubah menjadi tempat pembuangan sampah berserakan dan bau sampah yang menyengat. Kurangnya perhatian masyarakat menyebabkan sampah semakin menumpuk dan semakin banyak.

Untuk mencegah hal ini terjadi lagi saya dan 5 orang teman saya membersihkan sampah tersebut dengan harapan bisa membuat siapapun  sadar akan pentingnya menjaga lingkungan pantai agar tetap bersih dan indah. Kegiatan bersih-bersih ini menurut saya adalah langkah awal untuk mengurangi sampah dan menjaga lingkungan. Seperti kalimat yang sering saya dengar “kalau bukan kita, siapa lagi?”  saya memaknai kalimat tersebut, jika kita sadar akan banyaknya sampah yang mengganggu lingkungan mari mulailah dari kita sendiri.

Dan saya yakin, jika kita sudah berani memulai maka bisa menjadi salah satu penggerak untuk orang-orang lain melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan. Mata Kuliah Hukum Lingkungan membuat saya sadar akan pentingnya menjaga lingkungan agar terhindar dari pencemaran, dan kita sudah melihat di depan mata sendiri apa yang terjadi dengan lingkungan kita. Jadi untuk apa kita menunggu orang lain untuk memiliki kesadaran yang sama jika kita sudah sadar tapi tidak ingin memulainya.

Karena ketika lingkungan bersih bukan hanya orang lain yang merasakan kenyamanannya, tapi kita sendiri juga merasakan hal yang sama. Hal ini membuat saya sadar bahwa tidak perlu menunggu orang lain untuk mulai melakukannya, mari mulailah dari diri sendiri. Andai kata kita hanya menunggu orang lain untuk menjaga lingkungan, maka sampah bukan mengurang tapi akan terus bertambah. Jika kita adalah satu orang yang tidak membuang sampah sembarangan, berarti kita bisa mengurangi satu sampah. Jadilah inspirasi untuk orang lain dan mari kita mulai dari diri sendiri.

Baca juga  Usai Dapat Laporan Rumah Warga Terdampak Banjir, PUPR Bangka Tengah Langsung Turun

 

Penulis:

Suci Hardianti

Ayesha Kiranti

Muhammad Faqih

Juwita Astuti

Anggia Rizkillah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!