Berita

Halal Bihalal ABPEDNAS Babel Perkuat Silaturahmi, Gubernur Hidayat Arsani Sahkan Proker 2025–2030

PANGKALPINANG — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Keluarga Besar DPD Asosiasi Badan Pemusyawarah Desa Nasional (ABPEDNAS) Bangka Belitung (Babel) yang digelar di Belitung Resort Pasir Padi, Senin (6/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Jaga Desa, Jaga Indonesia, Jangan Lupa Bahagia” ini dirangkaikan dengan pembahasan serta penandatanganan dan pengesahan dokumen Program Kerja (Proker) DPD ABPEDNAS periode 2025–2030 oleh Hidayat Arsani selaku Gubernur Babel sekaligus Ketua ABPEDNAS Babel.

Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan komitmen dalam membangun desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan nasional.

“Hari ini kita bisa berkumpul dengan baik, dan ke depan kita harus lebih baik lagi. Kita harus kompak, jaga desa kita, jangan sampai potensi desa diambil pihak luar. Desa adalah kekuatan kita,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan ABPEDNAS, termasuk membantu proses pelantikan pengurus DPD di berbagai wilayah.

“Saya bangga ABPEDNAS selalu mendukung saya. Ini lembaga kita bersama, mari kita besarkan Bangka Belitung,” ujarnya.

Menurutnya, momentum Halal Bihalal ini menjadi ajang strategis untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“BPD memiliki peran penting sebagai lembaga legislasi, pengawasan, dan penyalur aspirasi masyarakat desa. Karena itu, kapasitas, integritas, dan profesionalisme harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Gubernur Hidayat Arsani juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Babel sangat mendukung penguatan peran desa sebagai ujung tombak pembangunan.

“Kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kemajuan desa. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan BPD harus terus diperkuat agar pembangunan berjalan efektif, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris ABPEDNAS Babel, Tajudin, dalam pemaparan hasil rapat kerja dan rapat koordinasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, menyampaikan bahwa desa merupakan benteng terakhir pertahanan ekonomi dan sosial menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menjelaskan, dokumen program kerja 2025–2030 yang disahkan merupakan peta jalan strategis yang dirancang secara komprehensif.

“Program kerja ini tidak hanya fokus pada penguatan internal organisasi, tetapi juga selaras dengan visi pembangunan nasional, termasuk swasembada pangan, reformasi birokrasi, dan pembangunan berbasis desa,” ujarnya.

Adapun program kerja strategis tersebut mencakup sejumlah pilar utama, di antaranya penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas aparatur desa, advokasi dan perlindungan hukum, serta pengembangan ekonomi kreatif dan kemitraan desa.

Selain itu, ABPEDNAS juga menetapkan 14 bidang kerja, meliputi pendidikan dan pelatihan, organisasi, hubungan masyarakat, hukum dan HAM, ekonomi sosial, politik dan keamanan, budaya, kegiatan kerakyatan, pemerintahan desa, pemberdayaan perempuan, koperasi dan UMKM, keagamaan, seni dan olahraga, serta media dan informasi.

Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan dokumen program kerja sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengawal pembangunan desa yang berkelanjutan dan berdaya saing di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Melalui momentum ini, ABPEDNAS Babel diharapkan mampu terus menghadirkan inovasi serta memperkuat peran strategis desa sebagai pilar utama pembangunan menuju Indonesia yang maju dan sejahtera.(RI)

Baca juga  dr. Rudi Hartono Berbagi Bingkisan Lebaran untuk Awak Media di Bangka Selatan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!