Melestarikan Budaya, Siswa SMAN 1 Pangkalanbaru Antusias Ikuti Pelatihan Lipat Kain

PANGKALAN BARU – Upaya melestarikan budaya bangsa terus ditanamkan kepada generasi muda, salah satunya melalui pelatihan teknik pewarnaan lipat kain yang diikuti siswa SMAN 1 Pangkalanbaru, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana edukatif untuk mengenalkan nilai seni sekaligus memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia.
Sebanyak 10 siswa bersama satu guru pendamping hadir sebagai peserta dalam kegiatan yang diselenggarakan TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka memperingati Hari Kartini. Momentum ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mengangkat peran perempuan di Indonesia.
Mengusung tema “Tingkatkan Kreativitas, Wujudkan Perempuan Berdaya dan Mandiri”, pelatihan ini menekankan pentingnya perempuan untuk terus berkarya, menjaga budaya, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat melalui keterampilan yang dimiliki.
Kegiatan dibuka oleh Noni Hidayat Arsani yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelestarian budaya tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda, khususnya perempuan. Ia menegaskan bahwa keterampilan seperti teknik lipat kain merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai teknik dasar melipat kain, pemilihan bahan, serta perpaduan warna yang menghasilkan motif unik dan bernilai seni. Para siswa juga langsung mempraktikkan teknik tersebut dengan bimbingan instruktur, sehingga mampu menghasilkan karya masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Para siswa tampak menikmati setiap proses, mulai dari melipat hingga melihat hasil pewarnaan yang terbentuk. Selain itu, mereka juga aktif berdiskusi dan saling bertukar ide untuk menciptakan motif yang menarik.
Salah satu peserta, Aqila, mengaku bangga bisa mengikuti kegiatan tersebut karena tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga memperdalam pemahaman tentang budaya batik.
“Melalui kegiatan ini, saya jadi lebih menghargai proses pembuatan batik. Ternyata butuh kreativitas dan ketelitian untuk menghasilkan motif yang indah,” ungkapnya.
Kepala SMAN 1 Pangkalanbaru, Asrobianti, S.Pd., M.M, mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada siswanya. Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sekaligus mendorong siswa untuk terus berkarya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena siswa tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga diajak untuk melestarikan budaya bangsa sebagai identitas kita,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan generasi muda semakin peduli terhadap pelestarian budaya, sekaligus mampu mengembangkan kreativitas menjadi karya yang bernilai dan membanggakan.(RI)





